Pages

Senin, 17 Agustus 2015

DINAMISME PERUBAHAN

Foto : Sinar Harapan

Setiap hal selalu mengalami perubahan, dedaunan yang jatuh dari ranting yang mengalami perubahan warna dari hijau menjadi kering adalah sebuah contoh perubahan kecil, baik atau buruknya perubahan tersebut tergantung darimana cara pandang kita melihat daun tersebut. Sisi buruk akan terlihat jika kita hanya memandang daun tersebut berubah dari hijau menjadi kering, namun sisi baiknya akan terlihat jika kita menelisik lebih dalam perubahannya, yaitu ketika keringnya daun yang menjadi lapuk justru mampu menyuburkan tanah disekitarnya, itulah persepesi dan pentingnya menelisik lebih dalam akan satu hal yang kita namakan perubahan.
Diluar sana banyak orang menggembar-gemborkan tentang perubahan, orang-orang tersebut seringkali meneriakkan jargon-jargon penyemangat penanda niat merubah sebuah keadaan, tapi tidak jarang dari mereka yang masih melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang. Setiap orang yang berbicara tentang perubahan seharusnya memiliki cara pandang, cara berfikir dan cara bersikap yang berbeda dari kebanyakan orang biasa, dia harus selangkah kedepan lebih baik daripada kebanyakan orang disekitarnya, bayangkan jika hal tersebut dilakukan oleh semua orang, maka bukan menjadi hal yang sulit untuk melakukan perubahan yang besar.

Minggu, 09 Agustus 2015

Membumikan Bumi Khatulistiwa

Dimuat pada http://suarajakarta.co/ekstra/jurnalis-warga/membumikan-bumi-katulistiwa Senin, 10 Agustus 2015. Oleh : Isna Laili Hikmah.
Saya hidup disebuah Negeri dimana segala sesuatu yang terjadi didalamnya sangat istimewa, tidak semua orang memahami betapa beruntungnya kita hidup di Negeri ini, Negeri Indonesia. Sejak kecil saya diajarkan ayah untuk mencintai tanah air ini, beliau mengajarkan bahwa salah satu bentuk mensyukuri nikmat Tuhan adalah dengan mencintai tanah kelahiran kita.

Kemudahan yang ditawarkan Negeri ini kepada rakyatnya terlihat dari tingkat kebutuhan yang bisa terpenuhi dengan nominal rupiah yang tidak terlalu tinggi, di sebuah desa di Indonesia, kami mampu memanfaatkan sayuran dekat rumah untuk masak sehari hari tanpa harus membayar mahal untuk harga makanan seperti di kebanyakan resto di luar Negeri, di Negeri ini, bahkan dikota-kota besar padat pendudukpun profesi apa saja memiliki kesempatan untuk mendapatkan rupiah, dari mulai pebisnis besar, pekerja professional, pedagang kaki lima sampai tukang-tukang yang bekerja serabutan, kami memiliki etos kerja yang tinggi untuk menjadi Bangsa yang mandiri.