Beberapa waktu lalu salah satu kawanku pernah bercerita tentang gaya membacanya yang hanya diliputi oleh bacaan novel (fiksi), dia mengeluh bahwa yang ia baca selama ini dirasa hanya menghabiskan waktu karena berkutat bada cerita-cerita khayalan yang lebih banyak menarik daya imajinasi. Sejak jaman SMP, saya pun sangat menggemari bacaan-bacaan fiksi seperti komik, cerpen dan novel teenlet. Mulai beranjak SMA hingga kini karya Darwis Tere Liye, Hanum Salsabeila Rais&Rangga Almahendra serta Chynthia Febrina menjadi beberapa pilihan bacaanku. Bahkan saya kerap sangat antusias ketika membaca novel karangan om Darwis, Namun dengan seiring bertambahnya pemahaman kebutuhan membaca dari dosen dan kawan-kawan mahasiswa, bacaan-bacaan fiksi mulai saya kesampingkan, kebanyakan mahasiswa dituntut untuk membaca buku yang notabene adalah non fiksi seperti buku-buku pengetahuan tentang psikologi, pendidikan ataupun berita-berita aktual seputar isu-isu terkini. Tak jarang saya merasa bosan, melihat kegemaran utama saya adalah bacaan fiksi. Hingga saya mengenal beberapa novel hebat yang menjadi saran bacaan berimbang antara fiksi dan nonfiksi, novel-novel ini bersifat membangun daya fikir, mengenalkan kita akan sebuah ilmu baru namun dibangun menggunakan bahasa cerita yang baik sehingga membantu para penyuka novel untuk memahami berbagai hal yang sulit ia fahami melalui bahasa yang rumit, sebut saja novel Dunia Sophie karya Josten Gaarder.
saat ini pun novel-novel karya Pramoedya Ananta Toer serta Sujiwo Tedjo menjadi list daftar bacaan saya selanjutnya. Meskipun pada awalnya membudayakan budaya baca pada diri sendiri dirasa sulit, namun jika dilakukan dengan cara yang menarik akan terasa mudah, saya membuktikan ternyata membaca adalah sebuah proses yang amat menyenangkan, ketika membaca, daya imajinasi dan proses berfikir kita meningkat sehingga otak kita tidak akan pernah mati berfikir. Salah satu senior saya bahkan menggunakan tips membaca melalui media sosial twitter, kita bisa memulainya dengan mem-follow akun akun media nasional seperti detik,tempo,kompas sehingga update berita yang dihadirkan setiap hari akan muncul di timeline kita, hal tersebut lebih mudah kita lakukan ketimbang membeli koran yang disitu kadang saya merasa sedih (malas membeli). Saya pernah membaca 2 manfaat menakjubkan membaca novel di kompasiana bahwa membaca novel dapat meningkatkan kemampuan mengenali diri sendiri dan orang lain serta menolong seseorang menjadi pemimpin yang lebih baik, Dari kisah yang kita baca, kita akan mampu memahami karakter tokoh dan memahami bagaimana perananannya dalam cerita, selain itu hampir disetiap novel akan ada seseorang yang berinisiatif menjadi seorang pemimpin.
saat ini pun novel-novel karya Pramoedya Ananta Toer serta Sujiwo Tedjo menjadi list daftar bacaan saya selanjutnya. Meskipun pada awalnya membudayakan budaya baca pada diri sendiri dirasa sulit, namun jika dilakukan dengan cara yang menarik akan terasa mudah, saya membuktikan ternyata membaca adalah sebuah proses yang amat menyenangkan, ketika membaca, daya imajinasi dan proses berfikir kita meningkat sehingga otak kita tidak akan pernah mati berfikir. Salah satu senior saya bahkan menggunakan tips membaca melalui media sosial twitter, kita bisa memulainya dengan mem-follow akun akun media nasional seperti detik,tempo,kompas sehingga update berita yang dihadirkan setiap hari akan muncul di timeline kita, hal tersebut lebih mudah kita lakukan ketimbang membeli koran yang disitu kadang saya merasa sedih (malas membeli). Saya pernah membaca 2 manfaat menakjubkan membaca novel di kompasiana bahwa membaca novel dapat meningkatkan kemampuan mengenali diri sendiri dan orang lain serta menolong seseorang menjadi pemimpin yang lebih baik, Dari kisah yang kita baca, kita akan mampu memahami karakter tokoh dan memahami bagaimana perananannya dalam cerita, selain itu hampir disetiap novel akan ada seseorang yang berinisiatif menjadi seorang pemimpin.
Jadi kawanku, tak usah terlalau khawatir bacaan kegemaran fiksimu masih kau gemari sampai saat ini, kita hanya perlu menambah bobot bacaannya melalui karya karya yang lebih luar biasa. Mulailah membaca, jika terasa berat, berfikirlah bahwa hari-hari kitapun diliputi oleh bacaan-bacaan yang belum tentu bermanfaat (keluhan status sosmed yang tdk jelas) ganti bacaanmu dengan yang bermanfaat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar