Pages

Jumat, 24 April 2015

School for Nation Leader #1

Kesempata emas datang ketika pertama kali melihat pengumuman peserta LOLOS School for Nation Leader 1 pada 8 April 2015. Belum banyak yang tahu kegiatan tersebut, termasuk saya kala itu. School for Nation Leader 1 di hadiri oleh 50 mahasiswa dari 40 Universitas terpilih dari seluruh Indonesia. Disini saya akan berbagi pengalaman menarik kepada kawan-kawan mengenai apa yang telah saya dapatkan selama satu minggu pelatihan kepemimpinan School for Nation Leader Bogor 14-20 April 2015.
#ke (tidak) ramahan KRL
Saya awali dari keberangkatan saya dari Semarang, meniti perjalanan panjang 9 jam menuju kota Bogor, sebuah kota yang sejuk dan memiliki budaya keramahan luar biasa pada warganya. Hal yang saya jumpai pertama kali adalah KRL, sebuah kereta listrik berkecepatan standar yang beroperasi dari Jakarta hingga Bogor. Sebagai anak pegunungan, hal ini menjadi menarik karena sistem  yang digunakan kereta ini sudah layak disebut modern, bayangkan, biaya yang kita bayarkan sangatlah murah, hanya dengan memiliki kartu seharga 15 ribu, kita bebas bertransportasi menggunakan KRL Jakarta-Bogor-Jakarta sesuka hati, keunikan lain yang saya temui adalah jika kita menukarkan kartu KRL yang kita beli saat awal perjalanan, maka petugas loket akan mengembalikan rupiah senilai 10 ribu, jika dihitung ulang kita hanya mengeluarkan uang senilai 5 ribu rupiah, sangat murah.

Kamis, 16 April 2015

AKNIUS (AKTIVIS JENIUS)

Bermimpilah, maka impian akan membawamu pada kenyataan indah.

Ada satu hal yang sampai saat ini kerap kali membawa saya pada kenyataan bahwa impian adalah awal dari kita memperoleh hal-hal nyata tersebut. Sebagai mahasiswa tentunya saya mendambakan menjadi orang yang berprestasi baik dalam bidang soft skill maupun hard skill. Aktif dalam kegiatan organisasi saja bagi saya tidak cukup, karena pengetahuan dasar keilmuan kita diperoleh dari bangku kuliah, itulah yang menyadarkan saya untuk menjadi mahasiswa berprestasi.
Saya teringat ketika masih duduk di semester1 2 setengah tahun yang lalu, seorang motivator berbicara keras dalam sebuah ruangan di gedung A1 menyuarakan tentang pentingnya menyeimbangkan aktifitas organisasi dengan perkuliahan yang berjalan. Bukan hal yang mudah menjadi aktifis yang jenius, segala hal yang berkaitan dengan time manajemen, kekuatan fisik, kecerdasan mengatur agenda dan tugas, serta siap sedia mengadakan pertemuan rutin organisasi.