21:20 ,Malam ini sungguh ku merasa benar-benar sendiri, kehidupan ini memang di atur sedemikian rupa oleh-Nya sehingga menjadi sempurna, baik, buruk, senang, sedih, tawa dan duka, semuanya ia hadirkan kepada setiap makhluknya, begitupun kehidupanku, aku memiliki keluarga yang sangat menyayangiku, namun, sejak usiaku 12 tahun, aku harus berpisah dengan mereka demi sekolahku, demi ilmu yang kutuntut untuk masa depanku, selama 3 tahun pertama, aku bertemu dengan mamaku, ayahku, adik, kekek, nenek dan yang lain hanya selama seminggu sekali, hari itu adalah hari yang amat kunantikan selama satu muinggu. Setiap hari sabtu, sepulang sekolah, aku selalu bergegas membereskan keperluanku untuk bersekolah hari senin yang akan datang dan pulang, meskipun harus pulang sendiri dan menuggu kendaraan berjam-jam, namun aku tetap bersemangat untuk pulang, terkadang Ayah menjemputku dikos-kosan atau di sekolah, aku benar-benar bahagia kala itu, disaat aku masih dapat melihat Ayah tersenyum menyapaku dan memboncengku kerumah tercintaku dan aku harap hal itu kan tetap kulihat selamanya. Aku selalu merindukan Desaku, setiap aku dapat melihatnya kembali ketika aku pulang, aku selalu mengucap syukur yang teramat besar kepada Allah, karena masih mengizinkanku untuk menginjakkan kakiku di sana. Sampai dirumah, adikku selalu menyambutku dengan tawa, akupun demikian, memeluk mama, mencium tangan kakek yang kala itu pasti sedang terbaring dikamarnya, mencium tangan nenek yang sedang bekerja merawat tanaman-tanamannya dan seluruh keluarga yang tersenyum melihatku pulang dengan selamat, sungguh aku sangat menyayangi mereka,
sungguh detik ini aku sangat merindukan mereka.
sungguh detik ini aku sangat merindukan mereka.
Hari seninpun tiba, saatnya aku kembali menuntut ilmu kembali, meskipun satu minggu tanpa keluarga, namun teman-teman kosku saat itu adalah keluarga yang sangat menyenangkan, ada sekitar 10 anak dalam sebuah kos-kosan yang ku huni ketika aku masih SMP, mereka begitu menyayangiku layaknya keluarga sendiri, bahkan aku menemukan sahabat yang begitu mengertiku, dialah yang selalu mengisi hari-hariku dan mendengarkan setiap keluh kesahku, begitu pula sebaliknya, cerita demi cerita selalu kami bagi setiap hari, tanpa membedakan umur dan suku (jawa & sunda), kami justru melebur menjadi satu keluarga yang sampai sekarangpun masih selalu ku ingat detail-detail kenangan bersama mereka, terimakasih sahabat sahabatku.
Aku harap, aku dapat menemukan sosok mereka, teman-teman kos semasa SMPku ketika aku SMA, tapi kenyataan berkata lain, itulah adilnya kehidupan, aku telah banyak menerima kasih sayang selama 3 tahun ketika aku mengenal mereka, dan sekarang aku bahkan belum menemukan sahabat yang kudamba selama ini, disini aku mempunyai banyak teman, ya, sebatas teman, tidak lebih dari mengenal, curhat sebentar, datang ketika butuh, dan menghilang ketika aku membutuhkan mereka. Dikosku yang sekarang, hanya ada 4 anak beserta ibu kos yang tinggal serumah, 3 anak dari SMK lain yang tak sesekolahan denganku dan aku, tak ada kesepahaman antara aku dan ke-3 anak tersebut, mereka ber-3 berbeda setahun lebih mida dariku, tingkahnya, sikapnya, kehidupannya tak sejalan denganku. Pada awalnya aku hanya sendiri dikos ini, teman sekamar silih berganti datang, namun tak ada satupun dari mereka yang betah dan bertahan dengan aturan ibu kos yang ketat, hingga datanglah mereka ber-3 ketika aku kelas XI, harapanku waktu itu adalah menemukan kembali keceriaan dalam persahabatan yang selama ini aku rindukan, namun tidak!! Semua itu tak kunjung kutemukan dari sosok mereka, tak ada!! T_T, bahkan aku sering memimpikan teman-teman kosku semasa SMPku, aku sangat merindukan kalian, ida, osi, mb asih, mb ita, mb tanti, mb wiwit, ce mar’ah, ce ria, ce lia, ce euis, ce uli… aku sendirian disini, aku pengen curhat, aku pengen bareng kalian lagi…. Ya Allah…………
Kerinduanku pada keluargaku semakin sering kurasa ketika SMA ini, karena aku harus pulang hanya selama minimal 3 bulan sekali, bahkan terkadang setengah tahun sekali. Aku mengobatinya dengan mengikuti organisasi siswa intra sekolah, ya, aku sangat mencintai teman-teman organisasiku begitupun mereka, namun sekali lagi mereka hanya sebatas teman, bukan sahabat. TKJ itulah kelasku sekarang, ada 34 siswa dengan hanya 9 siswa putri didalamnya, kami terkenal sangat kompak dan solid, memang, aku amat menyayangi mereka, begitupula sebaliknya. Sesampainya dikos, yang kulakukan adalah menghabiskan waktuku untuk mengerjakan sesuatu yang bisa aku kerjakan, menulis, facebook, sms, dan mendengarkan music, tanpa ada keceriaan tawa seperti dikos lain yang sering aku lihat ketika tanpa sengaja aku melewatinya. Sempat terfikir untuk pindah dari kos ini, tapi, aku tak ingin menambah beban kedua orang tuaku dengan bertanya-tanya mengapa aku ingin pindah, aku bersyukur mereka mengetahui aku bahagia disini.
Allah memang maha penyayang, dalam situasiku yang sekarang ini, ia mengirimkan begitu banyak malaikat yang selalu menjagaku, yang selalu menenagkanku saat ku menangis, yang selalu memberiku semangat ketika aku terpuruk, meskipun mereka adalah laki-laki, disinilah aku mulai mengenal cinta, Allah mengenalkanku dengan indah sesuatu yang selama ini sering kudengar dari kakak-kakakku dulu semasa kos SMPku. Aku mempunyai kakak laki-laki kandung yang sering mengingatkanku untuk selalu menjaga diri, dan akupun senantiasa akan selalu menjaga diriku. Selain itu, aku menemukan sosok kakak dalam diri seseorang yang baru kukenal selama 2 tahun, dia amat menyayangiku, akupun begitu menyayanginya, nasehat-nasehatnya selalu datang ketika aku membutuhkan pegangan untuk berdiri, dia yang membuat hariku indah dan penuh semangat, dia bukan pacarku, tapi kakakku, satu lagi aku beruntung dipertemukan degannya, seorang yang dengan tulus menjagaku sebagai adiknya meskipun aku tahu ia sangat mengharapkanku sebagai kekasihnya, ia tak pernah menghilang dari kehidupanku semenjak aku pertama mengenal kota ini, kota “Pekalongan”, dialah yang menjadi keluargaku, dia selalu membantuku ketika setiap permasalahan datang menghampiriku, korban hatinya ikhlas ia berikan padaku, penantian cintanya begitu tulus untukku, hampir 3 tahun aku mengenalnya, kesetiaannya benar-benar menyentuh hatiku,^^
Terimakasih ya Allah atas segala karunia yang engkau berikan kepadaku, keluargaku dan orang-orang terdekatku, harapanku, semoga engkau kan mengirim sahabat terbaik untukku ketika masa kuliahku datang, ketika hari-hariku penuh dengan beban masa depan yang harus kuraih dengan sukses demi kedua orang tuaku. Amin…..

Terimakasih di atas ke sudian anda berkunjung ke laman kami. Jika tidak keberatan. Sila berkunjung ke:
BalasHapus1) http://www.mybrhom.com/
Dan sila like page kami:
2) https://www.facebook.com/pages/BR-HOM-PLUS/227931176739
Kerjasama anda. Amat kami hargai.