Pages

Minggu, 09 Maret 2014

Dulu dan Kini


Pagiku dulu dan kini, tak ada bedanya. Hanya ruang dan waktu yang membuatnya jadi sedikit berbeda. Pagiku kini pun kuarungi dengn gulungan cerita demi cerita yang setiap saat membentuk gugusan baru. Pagiku pun tak ada capainya memotret kisah rindu dan cinta yang kubangun dan kujaga untuk dirimu.

                Siapa yang memulai kisah itu? Yang pasti, akulah orangnya. Tapi aku pun tak pernah memaksa memulainya, semua berjalan tanpa rencana. Setiap kubuka jendela dan kulihat matahari di pagi hari, selalu ada getarmu yang hinggap. Hingga rasanya tak mungkin aku mengakhiri kisah itu. Hatiku telah terenggut habis ke akar-akarnya.

          Aku tak berdaya untuk menghapus apapun tentangmu. Aku tetap dan akan selalu meikmati semua yang ada padamu. Mungkin warasku telah menemui  titik ketiadaannya. Tapi biarkan saja, semua ini tak akan mengubah apapun. Sebaris waktu bersamamu menjadi pahatan terindah dalam perjalanan hidupku. Dan itu membuatmu menjadi bidadariku, seutuh-utuhnya, segala-galanya.
                Aku terlanjur sakau akanmu. Sesakau inginku untuk mengakhiri kisah ini dengan pengakhiran yang membahagiakan. Itulah mimpiku. Pilihan tetaplah sebuah pilihan. Seperti aku juga ingin memilih pengakhiran yang membahagiakan untuk menjadi titik muara dari sesakauanku. Biarlah sakau ini terus menguntit di jejak hari-hariku, menggeser tiap inci logika nalarku. Aku rela dan akan tetap menjaganya seperti janji pepohonan yang setia selamanya meneduhi alam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar